Total Tayangan Halaman

Minggu, 01 April 2012

Balon Jebakan Tomcat - (Cerita Pendek)





Kakek cuma senyum simpul saja, sebagai reaksi cucu laki-lakinya yang gundah akibat serangan 'Tomcat' di kamar semalam. "Ngeri kek, malam itu kulihat Tomcat sudah hinggap di sisi pintu kamar mandi. Kalau saja tidak kupukul segera, bisa saja dia sengat bisa ke pantatku, ngeri!" tutur Tanyad pada kakeknya.

"Nyad, ada minyak kelapa nggak di rumah?" tanya Kakek

"Ada, mau yang kemasan botol atau kantong plastik?" jawab Tanyad

"Minyak kelapa, bukan soal bungkus atau kemasannya Nyad. Oleskan minyak kelapa pada permukaan sebuah kantong plastik bening ukuran sedang, lalu letakkan 'balon jebakan Tomcat' itu dekat lampu yang nyala sepanjang malam," saran Kakek.

"Apa yang terjadi kemudian, Kek?" Tanyad penasaran.

"Wah, dasar anak nggak pernah pelihara bawang. Yang Tanyad namai 'Tomtom' atau apalah itu kan serupa serangga bawang yang suka keluar malam. Jebak saja pake balon plastik berlumur minyak kelapa, coba dulu baru kesini lagi. Kakek mau jalan-jalan tengok sawah dulu," tegas kata Kakek.

Tanyad hanya bisa melongo, matanya kawal langkah Kakek beranjak menuju ruang belakang rumah untuk ambil sepeda kayuh. Dan Kakek pun menuju sawah sambil berpesan agar Tanyad menutup pintu rumahnya bila akan kembali ke kota.

***

"Ampuh juga resep dari Kakek, nih." kata benak Tanyad sambil memunguti Tomcat yang terjebak balon plastik dengan pinset. Ada belasan jumlah serangga berbisa itu, dikumpulkan mereka pada wadah bekas kaleng semir sepatu lalu ditutup rapat-rapat. Pagi dirasa jadi lebih cerah, dan anak istri dilihat begitu indah oleh Tanyad.

"Mah, ini kaleng semir berisi Tomcat, aku kubur saja pada tanah serambi rumah ya?" pinta Tanyad pad istrinya. Tak ada jawaban, hanya anggukan. Sebab si istri sibuk menyiapkan sarapan.

***

Resep dari kakek Tanyad pun segera menyebar dari mulut ke mulut hingga dinding jejaring sosial Internet. Anehnya tidak ada nama kakek Tanyad, maupun Tanyad dalam kabar resep 'balon-jebakan-Tomcat'.  Justru nama-nama tokoh ilmuan, agama hingga motivator ternama lebih tertera dalam kabar resep sergap tomcat itu.

***

"Ini bukti kearifan lokal atau local wisdom lebih ampuh mengatasi persoalan warga negeri ini di era Millenium III.  Dan saya usul agar presiden membentuk tim khusus penggalian nilai-nilai luhur sebagaimana resep Balon Jebakan Tomcat ini ada," kata salah satu Narasumber populer pada sebuah acara dialog di Televisi Swasta. Pembawa acara cantik pun pasang wajah kagum pada tiap perkataan narasumber.

Satu setengah jam acara dialog, dan berhasil mendapat nilai peringkat tinggi dalam penghitungan jumlah penonton dari lembaga nirlaba peneliti penonton televisi.

***

Beberapa bulan kemudian Narasumber populer itu berhasil menjadi Gubernur Ibukota, terpilih dengan suara paling banyak, juga hasil kerja total dari partai politik besar yang mendukungnya.

***

Pagi itu keluarga Tanyad  sedang menunggu kereta api, mereka membawa bekal penuh untuk kembali ke kampung.  Pabrik tempat kerja Tanyad bangkrut, Pemutusan Hubungan Kerja massal tidak bisa ditawar lagi. Pesangon dari perusahaan akan dipakai Tanyad untuk membuka warung kopi di kampung.

Brebes, 01 April 2012

Jumat, 09 Maret 2012

Rindu



'abang dimana?'
merpati betina kirim sms untuk kekasihnya
'lagi diujung tiang listrik, kuyup kena hujan dik,'
 balasan ditulis demikian
'bukan kah sekitar rumah kita banyak lampu kota, bang. pulanglah?!'
rindu makin menggigil
'lampu kota tidak layak dipercaya, dik.'
hampir saja salah tulis karena gemeretak paruh

'jaga diri baik-baik, bang.'


***


esok pagi
sarang itu rusak 
dibongkar
gerombolan tikus kota



Jogja 09 Maret 2012

Minggu, 05 Februari 2012

Catch Kupingmu



(Brebish Story)


This is another story obut Wanyad (The Clever Thieves )

***

Everyone on Kaligangsa(Copper rivers) village knew the Dalban Family very sugih dunya. Dalban have a bojo Yukas and daughter Kunti. They paling rich and much property lives, so urip Dalban gawe jaelous people of Kaligangsa.

Oneday Dalban have a guest. The Guest is Wanyad, he introduce to Dalban Family with samaran names. Wanyad came to Dalban house at the afternoon, while Dalban have a rest on pekarangan.

Wanyad : I am nuwuuuunnn
Dalban : Hey, what is your aran and apa karepmu on here?
Wanyad : Tuwan Dalban my name is KUPINGMU, i just want to be guest on omahmu.
Dalban : Kupingmu? Oh it is strange aran, whatever lah... OK you will be my family guest tapi aja macem-macem nang my house ya!
Wanyad : Offcourse Tuwan...

After that Wanyad walk on to the house, on the middle steps he ketemu Yukas.

Yukas : Hey, who are you? And lagi apa kyeh on my house?
Wanyad : Excuse me lady, my name is TUMA, I am tamune Dalban, i want to numpang pipis.
Yukas : Tuma? Oh it is aneh names, monggo but do not macem-macem ya on the Bathroom!

After meet Tuma, Yukas going to her privat room. Than, at least five menit, Wanyad took a Kunti.

Kunti : Watch matamu! Sapa kowen? What do you want?
Wanyad : excuse me princess my name is CORO, i am Bapakmu guest, come to see keliling omah, something must I dandani.
Kunti : Hey, aja macem-macem, quick do your pegawean.

Like Yukas, Kunti is going to her privat room.

(At the last time, before go to Dalban house, Wanyad get moore information about kelakuane keluarga Dalban. Dalban Family is very stingy, peoples said that. So, Wanyad would to kasih pelajaran khusus)

The introduction time of Wanyad is lancar as sesuwe-utekke, Wanyad pamit to Dalban.

***

Every night Dalban House was guarded by two lanangan awak gede, the guardian is sangar and sterek. At the night that has been designed by Wanyad, he come to Dalban House. Wanyad ora nganggo dark klambi, or masked, but use klambi batik like the kondangan person.

Guard : Hey, Who are kowen? And... what do you want?
Wanyad : Oh... inyong sorry, my name is DELENGENA BAE, i came becouse invited by Dalban your majikan.
Guard : Delengena Bae? Hmmm that is jerk names... monggo silahkan... but do not make a bad noise on the house...OK?
Wanyad : Iya Jon....

Wanyad silently the house, with ndingklik-ndinglik steps. First, Wanyad is entering Kunti's kodong.
As the designed by Wanyad, he take some expensive properties at Kunti room. At the same time Kunti knew that, she gemboran rosa nemen!

Kunti : Bapake!...Bapake.... ana Coro (cockroach) on my room, Bapake tulungiiiiii!

On that night Dalban have glelengan at the television rooms, he has hear Kunti voices. Then Dalban only saying to the Kunti :
Dalban : Geplak Bae Coro-ne with sandals, eben langsung dead!!
Dalban still lay his body up the klasa-pandan still watch television.

Like a lightning, Wanyad take a some steps and going to Yukas's room. On there Wanyad njukuti kalung, gelang, anting-antinge Yukas. Shocked Yukas, she is shouting very loudly!

Yukas : Dalbaaaaaannnn!...Dalbaannn... Cilaka...ana Tuma on my room!!!

The same respond, Dalban only say to Yukas unloudly.

Dalban : Pites bae tumane with your jempol, langsung modar! ah noisy nemen sih!!!??

Yukas : The Tuma is very Big, gede nemen sung dipites ora mati.....!!!

After Yukas shouted that, Dalban get shock, at the second he saw Wanyad have running out the house.

Dalban is running too, he want to catch Wanyad. So He give yeal to the guards.

Dalban : Cekellll Kupingmu!!!! Catch Kupingmuuuuu!!! Catch that kupingmu!!!!

Confused The Guards, about Dalban order. They only stand and catch the ears.

Dalban : Not that ears...goblok! Catch the running man at last minutes...!!!!..

The Guards : Oh... he was Delengena Bae (let him free) sir ?

Dalban : Guooblokkkkk, Catch Kupingmu!!!! Malah Delengena Bae.... Guabloks...!!!!

*** :P

Brebes, Mei 15 2010

Senin, 12 Desember 2011

uEDAaan-Tenan

bila jurnalis sudah berilusi, lalu buat berita fiktif? 

bila sutradara sudah kehabisan ide cara bercerita?

bila supporter sepak bola pindah dukung pemain catur?

bila tokoh agama jadi jongos hedonis?


bila ilmuan sudah telanjang dan duduk sendirian di trotoar?


bila idola warga di televisi sudah jadi gelandangan pinggir kota?


bila sastrawan telah buta huruf? 


bila musisi pindah haluan jadi tukang kayu? 


bila serpihan ayat-ayat kitab suci ditempel pada lantai kakus?


bila pasarinduk berubah jadi kuburan?


bila bencana alam jadi obat mujarab bagi warga yang sakit?


bila hakim yang adil digantung untuk jadi hiasan pesta orang kaya? 


.... itu belum seberapa, sebab aku cinta kamu...


Desember 13 2011, Jogjakarta



Senin, 24 Oktober 2011

Sebongkah Arang Jantung yang dibakar Jaman


sudah tidak ada lagi bau tanah subur pada serambi rumahmu... 
kini tampak becek diaduk-aduk babi hutan, 
sudah tak tumbuh lagi bunga-bunga cantik itu, 
kini penuh akar-akar kering yang tercerabut dari pangkuan tanah pertiwi



masih percaya pada mitos dan ideologi usang?
masih percaya pada janji-janji kaum Tua?
masih percaya pada iming-iming harta dari durjana Tua penimbun harta?



lalu salahkan empu Gandring yang menempa biji besi jadi keris Kebo Ijo
lalu salahkan anak kecil yang mencabut lidi di ranah Rawapening
lalu salahkan semua kaum muda yang telah ditipu akal busuk dan licik kaum Tua



apa masih butuh cermin besar yang ditempel pada dinding? 
sementara cermin multidimensi telah nyaman berdiam dalam saku anak masa kini
jarum jam dinding pun sulit dipercaya, 
apalagi pada sekerat hati yang mulai berkarat


pada tanah tandus lebih pantas dirikan rumah,
serbab tanah becek telah dikuasai babi hutan
pada mula jadi kembali 
hanya sebongkah arang jantung yang dibakar jaman
kubawa cerita untuk kawan-kawan



Brebes, Oktober 24 2011
Bustanul Bokir Arifin

Senin, 17 Oktober 2011

CANTIK 01




Belasan cewek cantik mengenakan pakaian seksi, mereka lakukan aksi melindungi 'Badan Anggaran' DPR-RI. Tentu saja kalimat yang dikutip dari situs berita di Indonesia ini mudah memancing komentar bernada sinis terhadap 'perempuan cantik', dibandingkan telaah kritis atas kenyataan kondisi ekonomi-sosial warga.

Lain perkara, seorang tukang becak bernama Juri khawatir saat membawa penumpang seorang perempuan cantik pada dini hari, karena jalur jalan yang akan dilalui becak merupakan jalur rawan pelecehan dari para preman. "Neng, bawa kain batik atau sarung?" tanya Juri. "Ada nih bang kain batik dalam tas saya," jawab si Neng. " Segera tutupi kepala dan tubuh Neng dengan kain itu, biar dikira penumpang yang sakit agar tidak diganggu preman di jalan," saran Juri. Singkat cerita perempuan cantik tersebut selamat sampai tujuan, dan tidak usah berpikir macam-macam atas balas jasa untuk Juri dari penumpangnya.

Menjadi cantik itu perlu proses dan pengakuan warga juga, setelah nilai 'cantik' menjadi sandangan sehari-hari muncul berbagai serangan dari mereka yang punya hasrat kuasa. Jenis-jenis serangan pun bervariasi, dari yang brutal hingga halus bagai tepung karbon.

Ideologi penguasaan atas subyek pemilik 'cantik' sudah lama terjadi dalam kehidupan manusia. Gambaran tapak upaya penguasaan ini sudah menjejak pada artefak-artefak purba manusia. Apabila dalam kehidupan millenium III ini ternyata masih saja terjadi, upaya-upaya yang sejalur dengan ideologi penguasaan subyek 'cantik', maka perlu ada evaluasi menyeluruh khususnya pada peranan alat-alat komunikasi yang semakin mampu menembuas ruang dan waktu.

Brebes, 17 Oktober 2011

Senin, 12 September 2011

RUMAH: Dongeng untuk lelaki kecilku

RUMAH: Dongeng untuk lelaki kecilku: Mengapa engkau terjaga anakku ? Apakah engkau mendengar suara derap kaki itu ? kemarilah anakku, ibu akan ajak engkau mendekat ke jendela. M...